Mungkin Kita Bersama, Nanti Di Atas Sana

Assalamualaikum and chill y'all!

  • Being me, I don't simply like a song because of the singer or composer. I always listen to the lyrics and melody before I decide to have interest in it. 
  • So lately I've been listening to a song entitled "Kisah Hati" by Aliyah. It is not because of the lovey dovey lyrics and what nots, but it makes me wonder about love after death. 
...
Cinta kau dan aku
Takkan mungkin bersatu
Untuk saat ini di dunia ini
Mungkin kita bersama
Nanti di atas sana
...
  • I saw Ustaz Hassan Din on tv the other day. He said that mati ada 2 jenis.
  • Mati kecil and mati selamanya. Mati kecil is sleeping. We are actually "dead" while we're sleeping. And he said, there is a possibility that we will not wake up the next day. That is why we have to recite the Doa below everytime before we shut our eyes:
بِاسْمِكَ اللّهُمَّ أَحْيَاوَأَمُوتُ
Artinya :
Dengan nama-Mu ya Allah aku hidup dan mati

  • So the lyrics of Kisah Hati makes me wonder, If I mati before Syahmi (contoh), cinta I dengan dia dah tak ada eh? Like you have to literally be there with your spouse to love and be loved eyh?
Taken from: EntertainmentWallpaper

  • Haritu I watched a movie entitled "The Lovely Bones" (my brother read the book). Dia picture alam kubur tu colorful and the environment changed according to her imagination. 
  • Due to that movie and the lyrics above "Mungkin kita bersama nanti di atas sana" made me google for the answer on why do people always relate "Atas Sana" with heaven and does alam kubur look like what had been portrayed in the movie.
  • Please read the whole text below: 


Imam Ahmad meriwayatkan dari al-Barra bin Azib, dia berkata, ‘’Kami mengantarkan jenazah salah seorang dari kaum Anshar bersama Rasulullah. Kami tiba ke suatu kubur yang belum ditutup lahat. Maka Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam duduk dan kami pun duduk di sekitarnya. Seolah-olah di atas kepala kaini ada burung sedang di kakinya ada kayu yang hendak dijatuhkan ke bumi. Beliau menengadahkan kepalanya lalu bersabda, 'Mintalah perlindungan kepada Allah dari azab kubur.' Beliau mengatakannya dua atau tiga kali. Kemudian beliau melanjutkan, 'Apabila seorang hamba yang beriman meninggalkan dunia dan menghadap akhirat, maka turunlah kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah putih seperti matahari. Mereka membawa kain kafan dan membawa beberapa selimut dari surga. Mereka duduk di dekat hamba itu dengan mengarahkan pandangan. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepala hamba seraya berkata, 'Hai nafsu yang baik, keluarlah untuk menuju maghfirah dan keridhaan dari Allah.' Maka nafsu pun keluar mengalir seperti mengalirnya tetesan air dari minuman. Malaikat maut mengambilnya. Tatkala ia mengambilnya, maka para malaikat lain tidak membiarkan nafsu itu berada di tangan malaikat maut sekejap mata pun sehingga mereka mengambilnya lalu meletakkan di dalam kafan dan selimut tersebut. Dari nafsu (ruh) itu keluar semerbak wangi yang lebih harum daripada kesturi yang ada di permukaan bumi. Para malaikat membawanya naik. Tidaklah mereka melintasi suatu kelompok malaikat melainkan mereka berkata, Bau harum apakah itu?' Para malaikat pembawa ruh menjawab, 'Ia adalah bau ruh si fulan bin fulan.' Mereka memanggilnya dengan nama terbaik yang dahulu digunakan di dunia. Akhirnya, sampailah mereka di langit dunia. Mereka meminta dibukakan untuk ruh itu. Lalu dibukakanlah untuknya serta disambutlah oleh setiap malaikat penghuni langit lalu diantarkanlah hingga ke langit berikutnya, hingga sampai di langit ketujuh.’’

  •  No wonder people say "Di Atas Sana" >> langit. 

Will find time to do a research on Summer Smile by The Marjans.
Lapar.

Comments

Popular Posts