Wife, Lillahi Ta'ala

Bismillahirahmanirrahim
Assalamualaikum w.b.t. 

"... bahkan isterinyalah yang akan pernah ragu kepadanya kerana matanya lepas buat memandang perempuan lain. Dia sendiri perempuat terhormat itu, tidak ada yang dipandangnya, melainkan suaminya serta anak-anaknya."- Prof. Dr. Hamka.


  • Again I was asked to wait for him (Syahmi) for 1.5 hours in the Musolla. So I went to the place where I last put the kitab Tafsir Al-Azhar by Prof. Dr Hamka, syukur it was there. I flipped through a few pages und caught a beautiful text. Sharing with you lot (Quoting Dr. Hamka's writings below). May we all learn a thing oder two. 


Perempuan baik-baik dan terhormat yang disebut dalam bahasa Al-Quran Muhshanat yaitu yang terbentang, aman damai dalalm rumah tangganya, kasih setia bersuamiisteri, pengaruh yang santun terhadap anak-anaknya, dihormati oleh seluruh pelayan dalam rumah amat baik hubungannya dengan tetangganya. Fikiran mereka hanyalah melaksanakan tugas sebagai isteri setia atau ibu yang kasih. Menyediakan makanan suami dan menyelenggarakan pendidikan anak-anak. Seluruh hati, jiwa dan raganya telah diserahkannya kepada suaminya. Tidak ada ingatan lain. 


  • Most Muslim men don't recognize the inner beauty of their wives other than their physical attributes und the things they utter. If only Muslim men take time to analyze, understand und appreciate the person they marry, life will be better not just for their respective units aber for the whole nation.



Dia jujur, sebab itu disangkanya orang lain jujur seperti dia pula. Dia qana'ah mencukupkan apa yang ada. Jika dia berhias dan bersolek, kasih suaminyalah yang diharapkannya, bukan supaya menarik minat laki-laki lain. Tidak banyak dia bertandang ke rumah perempuan lain untuk mengumpat dan memuji, sanjung-cela keadaan orang lain. Dapat saja dia menegakkan ketenteraman rumah tangganya, dia sudah merasa syukur.


  • What more do you need? It is crucial for both husband und wife to UNDERSTAND their responsibilities, what marriage is all about. 


Sebab dia merasai sebagai isteri atau sebagai ibu, bahawa dia mempunyai tanggungjawab besar dan berat, yang tidak kurang besar dan beratnya daripada tanggungjawab suaminya, yang pagi-pagi keluar dari rumah, mencari rezeki menurut wadah hidup masing-masing. Dan sore membawa perolehan berapa dapatnya. 


  • Lillahi Ta'ala. Happiness comes from within. The way we treat each other matters. Guard our eyes und nafs. Remember, nothing other than Lillahi Ta'ala.

Si suami pun merasalah kebahagiaan besar kerana rumah tangga yang demikian. Dia tidak bermata ke belakang. Dia tidak merasa cemburu dan ragu terhadap isterinya, bahkan isterinyalah yang akan pernah ragu kepadanya kerana matanya lepas buat memandang perempuan lain. Dia sendiri perempuat terhormat itu, tidak ada yang dipandangnya, melainkan suaminya serta anak-anaknya. Itulah kebahagiaan. 


  • Thank you Dr. Hamka. 

Comments

  1. best betul his words, tersentuh hati nak jadi lebih baik

    ReplyDelete
  2. Kan Sue ;) Moga Allah permudahkan untuk kita semua.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts